Sunday, November 20, 2016

Analisis Formalin Dalam Makanan

        I.            LINGKUP PETUNJUK TEKNIS :

Pengujian Formalin dalam bahan pangan di Laboratorium Kimia Farmasi
      II.            REFERENSI
  SNI


    III.            DISTRIBUSI
              Ka-Prodi, Kor-KaLab., Kepala Laboratorium Kimia Farmasi, Staf Laboran.
    IV.            PETUNJUK TEKNIS

       Pemerian Bahan Formalin
Informasi Umum Bahan Kimia
Formula (Hill)              : CH2O
Formula Kimia            :
Masa Jenis                  : 1.09 g/cm³  (20 °C)
Berat Molekul             : 30,03 g·mol−1
Suhu Penyimpanan     :  di simpan pada +15°C sampai +25°C.
Frasa Resiko                : R 23/24/25-34-39/23/24/25-40-43
Frasa Keamanan         : S 26-36/37/39-45-51

Data Sifat Fisika Bahan Kimia
Bau                                          : Berbau tajam           
Bentuk                                     : Cairan
Warna                                     : Tak berwarna
Data limit ledakan                  : 7  - 73 Vol%  (Formaldehyde)
Titik Pengapian                       : ~ 300 °C  (Formaldehyde)    
Kelarutan Dalam air               : Larut 
Kelarutan dalam Ethanol        : Larut
Titik letup                                : > 62 °C
Titik Didih                                : 93 - 96 °C
Titik Lebur                               : < -15 °C
Tekanan uap                           : (25 °C, 100 kPa)

Identifikasi Bahaya                : beracun, mudah terbakar
                                                                 

Data Toksisitas
LD 50 oral                   : LD 50 oral rat 100 mg/kg  (Formaldehyde)
LD Lo                           : LD 50 dermal rabbit 270 mg/kg  (Formaldehyde)


       Alat Kerja
1.      Gunting atau pisau potong
2.      Timbangan analitik Mettler Toledo Al-204
3.      Lumpang dan alu porselin
4.      Gelas ukur 10 ml pyrex kelas A
5.      Pipet ukur 1 ml
6.      Labu destilasi 100 ml
7.      Pendingin leibig
8.      Corong adaptor
9.      Erlenmeyer 50 m
10.  Pipet tetes
11.  Pipet Volume 5 ml
12.  Mikropipe 100-1000 µL
13.  Labu takar 10 ml pyrex kelas A
14.  Labu takar 100 ml pyrex kelas A
15.  Spektrofotometer UV-1800 Shimadzu
16.  Pompa Vacum
17.  Waterbath memmert

       Bahan Kerja
1.      Sampel Uji
2.      Aquades
3.      Asam ortho phosphate pekat pa
4.      Pereaksi KMnO4 0,1 N
5.      Pereaksi Asam kromatopat.
6.      Larutan Standar Formalin

       Preparasi Reagent Pereaksi
1.      Peraksi Kalium Permanganat 0,1 N
1. Timbang dengan tepat KMnO4 sebanyak 3.1606 gram, masukkan dalam gelas piala 1000 ml. Tambahkan aquadest sampai volume 1000 ml. Aduk hingga larut.
2. Panaskan larutan tersebut hingga mendidih selama 15 - 30 menit.
3. Dinginkan pada suhu kamar, kemudian saring dengan krus gooch.
4. Simpan dalam wadah coklat/gelap dan beri label.
2.      Pereaksi Asam Kromatopat
1.Untuk membuat pereaksi 35 ml asam sulfat 60%, dilarutkan 25 ml asam sulfat pekat  ke dalam 10 ml akuades kemudian diaduk menggunakan batang pengaduk steril.
2.  selanjutnya masukkan 0,175 gram asam kromatofat dan diaduk. Setelah semuanya homogen, maka larutan ini menjadi H2SO460% dan 65 ml asam kromatofat 0,5%. Seperti terlihat pada Gambar 3, 4 dan 5 (BBPOM, 2008).
3.      Larutan standar Formalin
Larutan standar Formalin di buat dengan cara mengencerkan Formalin pa buatan Merck dengan konsentrasi 2 ppm, 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm dan 10 ppm dengan pelarut aquades.
                                   
       Prosedur Pengujian Kualitatif

1.      10 gr sampel di potong potong kecil kemudian di hancurkan dengan lumpang dan alu porselin
2.      Ditambahkan 10 ml Aquades dan 0,1 ml Asam orthophopat pekat
3.      Di destilasi sampai di peroleh destilat + 6 ml.
4.      Disaring dengan kertas saring dengan bantuan Pompa Vacum
a.  1 ml Filtrat di tambah 1 tetes larutan KMnO4 0,1 N dan 1 tetes Asam sulfat encer.
b. 5 ml Filtart di tambah asam kromatopat kemudian di didihkan selama 10 menit, amati perubahan warna.

       Prosedur Pengujian Kuantitatif

1.      Filtrat hasil Prosedur pengujian Kualitatif 4.b di baca dengan Spektrofotometer Sinar Tampak pada Panjang Gelombang Maksimum kompleks senyawa berwarna ungu yang terbentuk.
2.       Bandingkan Absorbansi sampel dengan Absorbansi standar dengan metode Single Point Calibration atau bisa dengan metode Multi point Calibration sehingga di ketahui Kadar Formalin dalam sampel Bahan makanan atau minuman.


Yogyakarta, 02 April 2018
Mengetahui                                                                                                       Di buat oleh
Ka-Lab. Kimia Farmasi                                                                                    Staf. Laboratorium


Aris Perdana, M.Sc., Apt                                                                                               Kuswandi
Form Penilaian Kinerja Asisten